Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatuX https://ditjenpkh2.pertanian.go.id/
Logo

Tiga Unit Kerja Kementan Bersinergi Bangun Pusat Sapi Perah Modern di Bone

08/07/2026 16:02:00 Admin Satker 32

BONE, 8 JULI 2026 – 

 

Kementerian Pertanian bergerak cepat memperkuat swasembada pangan hewani di wilayah Indonesia Timur. Langkah nyata ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) strategis untuk membangun Teaching Farm Sapi Perah Terpadu di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.  

​Prosesi penandatanganan yang berlangsung di Polbangtan Gowa Kampus Bone pada Rabu (8/7) ini disaksikan langsung oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan.

​Kolaborasi besar ini melibatkan tiga pilar utama Kementan:

​Polbangtan Gowa (Penyedia lahan \pm 3 Ha, perizinan, dan SDM).

​BBIB Singosari (Pembangun kandang modern dan penyedia alat mesin peternakan).

​BBPTU-HPT Baturraden (Pemasok bibit sapi perah indukan unggul bersertifikat sehat).

 

​Kolaborasi Hulu-Hilir untuk Peternakan Modern

​Proyek yang direncanakan berjalan selama 3 tahun ini mengintegrasikan dunia pendidikan (vokasi) dengan industri peternakan riil. Tidak hanya sekadar membangun fisik peternakan, kerja sama ini juga fokus pada transfer teknologi dan peningkatan kapasitas SDM.

​Nantinya, pusat peternakan terpadu ini akan mengadopsi standar internasional Good Dairy Farming Practices. Berbagai program pelatihan mutakhir siap digelar, mulai dari manajemen pakan berkualitas, kesehatan hewan, hingga teknik pengolahan susu pascaproduksi demi mendongkrak nilai jual.

​Hadirnya teaching farm ini diharapkan mampu mencetak generasi muda yang siap menjadi pengusaha peternakan modern, sekaligus menjadi motor penggerak swasembada susu dan daging nasional langsung dari Sulawesi Selatan.

 

Menatap Masa Depan Peternakan Sapi Perah di Indonesia Timur

​Pembangunan pusat peternakan di Bone ini membawa harapan besar bagi peta jalan persusuan nasional, khususnya di wilayah Indonesia Timur yang selama ini masih sangat bergantung pada pasokan luar daerah. Keberadaan fasilitas modern ini diharapkan dapat mematahkan stigma bahwa industri sapi perah hanya bisa berkembang di dataran tinggi Jawa. Dengan replikasi teknologi dan manajemen pakan yang tepat, wilayah timur Indonesia diproyeksikan mampu bertransformasi menjadi sentra baru produksi susu segar yang mandiri dan berdaya saing tinggi.

​Lebih dari sekadar pemenuhan gizi, bangkitnya sektor sapi perah di wilayah ini diharapkan menciptakan multiplier effect bagi perekonomian lokal. Mulai dari penyerapan tenaga kerja, pemanfaatan limbah pertanian lokal untuk pakan berkualitas, hingga terbukanya peluang kemitraan bagi para peternak rakyat di sekitar kawasan. Melalui sinergi hulu-hilir yang kokoh, masa depan peternakan sapi perah di Indonesia Timur diyakini akan semakin cerah, inklusif, dan mampu menopang kedaulatan pangan hewani nasional secara berkelanjutan.