Indonesia Bangun Peternakan Sapi Perah Terbesar di Brebes, Siap Produksi 180 Ribu Ton Susu Segar per Tahun
Brebes – Indonesia segera memiliki kawasan peternakan sapi perah dengan kapasitas produksi terbesar di Tanah Air. Hal tersebut ditandai dengan pelaksanaan groundbreaking (peletakan batu pertama) pembangunan peternakan sapi perah PT Global Dairi Bersama (GDB) di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Prosesi peletakan batu pertama dihadiri oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto (Titiek Soeharto)**, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, serta Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menjadi wujud dukungan pemerintah terhadap percepatan investasi dan pengembangan industri susu nasional.
Peternakan modern ini akan dibangun di atas lahan seluas 710 hektare dengan kapasitas tampung mencapai 30.000 ekor sapi perah. Saat beroperasi penuh, peternakan ini ditargetkan mampu menghasilkan **180.000 ton susu segar per tahun**, atau berkontribusi sekitar **18 persen terhadap total produksi susu nasional**.
Direktur PT Global Dairi Bersama, **Ihsan**, menyampaikan bahwa pembangunan peternakan ini diharapkan mampu meningkatkan posisi Jawa Tengah sebagai salah satu sentra produksi susu nasional.
"Dengan ini peringkat Jawa Tengah akan naik menjadi pemasok susu segar terbesar kedua di Indonesia," ujarnya.
Setelah prosesi groundbreaking, pembangunan infrastruktur peternakan akan segera dimulai. Mengingat luas kawasan yang mencapai 710 hektare, proses konstruksi diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua tahun. PT Global Dairi Bersama menargetkan kedatangan sapi perah pertama pada kuartal I tahun 2028, sehingga operasional peternakan dapat segera dimulai.
Selain berorientasi pada peningkatan produksi susu nasional, proyek ini juga dirancang untuk memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui berbagai skema kemitraan.
Pada sektor penyediaan pakan, perusahaan akan bekerja sama dengan petani lokal untuk memenuhi kebutuhan hijauan pakan dan jagung. Diperkirakan diperlukan sekitar 2.000 hektare lahan.